Friday, July 29, 2011

Thursday, November 18, 2010

This is a good one.. watch it!

Sunday, October 31, 2010

Do you want to propose but you don't know how?
Or, do you want to make something unique but you're at your wit's end?
Fret not! Check the following video.. hopefully it can give you some inspiration. 


Happy proposing!   =D

---------------------------------------------------------------
brought to you by: email-chain.blogspot.com

Monday, April 26, 2010

--------------------------------------------------------
Ini adalah kisah nyata di kehidupanku
Seorang suami yg kucintai yang kini telah tiada
Begitu besar pengorbanan seorang suamiku pada keluargaku
Begitu tulus kasih sayangnya untukku dan anakku
Suamiku adalah seorang pekerja keras. Dia membangun segala yang ada di keluarga ini dari nol besar hingga menjadi seperti saat ini. Sesuatu yang kami rasa sudah lebih dari cukup.

Aku merasa sangat berdosa ketika teringat suamiku pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan amarah,tak kuberikan secangkir teh hangat melainkan kuberikan segenggam luapan amarah.
Selalu kukatakan pada dia bahwa dia tak peduli padaku,tak mengerti aku,dan selalu saja sibuk dengan pekerjaannya.

Tapi kini aku tahu.
Semua ucapanku selama ini salah dan hanya menjadi penyesalanku karena dia telah tiada.
Temannya mengatakan padaku sepeninggal kepergiannya.

Bahwa dia selalu membanggakan aku dan anakku di depan rekan kerjanya.
Dia berkata, “ setiap kali kami ajak dia makan siang,mas anwar jarang sekali ikut kalau tidak penting sekali,alasannya slalu tak jelas.

Dan lain waktu aku sempat menanyakan kenapa dia jarang sekali mau makan siang, dia menjawab, “ aku belum melihat istriku makan siang dan aku belum melihat anakku minum susu dengan riang.lalu bagaimana aku bisa makan siang.”

Saat itu tertegun,aku salut pada suamimu. Dia sosok yang sangat sayang pada keluarganya. Suamimu bukan saja orang yang sangat sayang pada keluarga,tapi suamimu adalah sosok pemimpin yang hebat. Selalu mampu memberikan solusi-solusi jitu pada perusahaan.”

Aku menahan air mataku karena aku tak ingin menangis di depan rekan kerja suamiku. Aku sedih karena saat ini aku sudah kehilangan sosok yang hebat.

Teringat akan amarahku pada suamiku, aku selalu mengatakan dia slalu menyibukkan diri pada pekerjaan, dia tak pernah peduli pada anak kita. Namun itu semua salah. Sepeninggal suamiku. Aku menemukan dokumen2 pekerjaannya. Dan aku tak kuasa menahan tangis membaca di tiap lembar di sebuah buku catatan kecil di tumpukan dokumen itu, yang salah satunya berbunyi, “ perusahaan kecil CV.Anwar Sejahtera di bangun atas keringat yang tak pernah kurasa. Kuharap nanti bukan lagi CV.Anwar Sejahtera, melainkan akan di teruskan oleh putra kesayanganku dengan nama PT. Syahril Anwar Sejahtera. Maaf nak, ayah tidak bisa memberikanmu sebuah kasih sayang berupa belaian. Tapi cukuplah ibumu yang memberikan kelembutan kasih sayang secara langsung. Ayah ingin lakukan seperti ibumu. Tapi kamu adalah laki-laki. Kamu harus kuat. Dan kamu harus menjadi laki-laki hebat. Dan ayah rasa,kasih sayang yang lebih tepat ayah berikan adalah kasih sayang berupa ilmu dan pelajaran. Maaf ayah agak keras padamu nak. Tapi kamulah laki-laki. Sosok yang akan menjadi pemimpin,sosok yang harus kuat menahan terpaan angin dari manapun. Dan ayah yakin kamu dapat menjadi seperti itu.”

Membaca itu,benar2 baru kusadari.betapa suamiku menyayangi putraku.betapa dia mempersiapkan masa depan putraku sedari dini. Betapa dia memikirkan jalan untuk kebaikan anak kita.

Setiap suamiku pulang kerja. Dia selalu mengatakan, “ ibu capai?istirahat dulu saja”

Dengan kasar kukatakan, “ ya jelas aku capai,semua pekerjaan rumah aku kerjakan. Urus anak,urus cucian,masak, ayah tahunya ya pulang datang bersih.titik.”

Sungguh,bagaimana perasaan suamiku saat itu. Tapi dia hanya diam saja. Sembari tersenyum dan pergi ke dapur membuat teh atau kopi hangat sendiri. Padahal kusadari. Beban dia sebagai kepala rumah tangga jauh lebih berat di banding aku. Pekerjaannya jika salah pasti sering di maki-maki pelanggan. Tidak kenal panas ataupun hujan dia jalani pekerjaannya dengan penuh ikhlas.

Suamiku meninggalkanku setelah terkena serangan jantung di ruang kerjanya.tepat setelah aku menelponnya dan memaki-makinya. Sungguh aku berdosa. Selama hidupnya tak pernah aku tahu bahwa dia mengidap penyakit jantung. Hanya setelah sepeninggalnya aku tahu dari pegawainya yang sering mengantarnya ke klinik spesialis jantung yang murah di kota kami. Pegawai tersebut bercerita kepadaku bahwa sempat dia menanyakan pada suamiku.

“pak kenapa cari klinik yang termurah?saya rasa bapak bisa berobat di tempat yg lebih mahal dan lebih memiliki pelayanan yang baik dan standar pengobatan yang lebih baik pula”

Dan suamiku menjawab, “ tak usahlah terlalu mahal. Aku cukup saja aku ingin tahu seberapa lama aku dapat bertahan. Tidak lebih. Dan aku tak mau memotong tabungan untuk hari depan anakku dan keluargaku. Aku tak ingin gara-gara jantungku yang rusak ini mereka menjadi kesusahan. Dan jangan sampai istriku tahu aku mengidap penyakit jantung. Aku takut istriku menyayangiku karena iba. Aku ingin rasa sayang yang tulus dan ikhlas.”

Tuhan..Maafkan hamba Tuhan,hamba tak mampu menjadi istri yang baik. Hamba tak sempat memberikan rasa sayang yang pantas untuk suami hamba yang dengan tulus menyayangi keluarga ini. Aku malu pada diriku. Hanya tangis dan penyesalan yang kini ada.

Saya menulis ini sebagai renungan kita bersama. Agar kesalahan yang saya lakukan tidak di lakukan oleh wanita-wanita yang lain. Karena penyesalan yang datang di akhir tak berguna apa-apa. Hanyalah penyesalan dan tak merubah apa-apa.

Banggalah pada suamimu yang senantiasa meneteskan keringatnya hingga lupa membasuhnya dan mengering tanpa dia sadari.
Banggalah pada suamimu,karena ucapan itu adalah pemberian yang paling mudah dan paling indah jika suamimu mendengarnya.
Sambut kepulangannya di rumah dengan senyum dan sapaan hangat. Kecup keningnya agar dia merasakan ketenangan setelah menahan beban berat di luar sana.
Sambutlah dengan penuh rasa tulus ikhlas untuk menyayangi suamimu.
Selagi dia kembali dalam keadaan dapat membuka mata lebar-lebar.
Dan bukan kembali sembari memejamkan mata tuk selamanya.

Teruntuk suamiku.
Maafkan aku sayang.
Terlambat sudah kata ini ku ucapkan.
Aku janji pada diriku sendiri teruntukmu.
Putramu ini akan kubesarkan seperti caramu.
Putra kita ini akan menjadi sosok yang sepertimu.
Aku bangga padamu,aku sayang padamu.

Istrimu
Rina

Silahkan berbagi tulisan ini kepada saudara,teman, kerabat anda. Saya berharap pengalaman yg saya miliki dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.
--------------------------------------------------------
Obviously the above posting is not written by me.
It's posted here so others can learn from it.

---------------------------------------------------------------
brought to you by: email-chain.blogspot.com

Tuesday, January 26, 2010

A wonderful message for all those already married and wants to get married.

"One single grateful thought raised to heaven is the most perfect prayer. "
G. E. Lessing



DID I MARRY THE RIGHT PERSON?


Those who are still single may learn something from here.

Those who are already married may take it as a guideline to improve your marriage...


During one of our seminars, a woman asked a common question.

She said, "How do I know if I married the right person?"
I noticed that there was a large man sitting next to her so I said, "It depends. Is that your husband?"
In all seriousness, she answered "How do you know?"

Here's the answer.

Thursday, November 26, 2009




brought to you by email-chain

Sunday, November 22, 2009

Love related story for email-chain readers



------------------------------------------------------
Daniel and Jasmine are sitting alone in
the park one night....

Daniel: I guess we are the left overs in
this world

Jasmine: I think so... All of my friends
have boyfriends and we are only the 2 persons
left in this world without any special person in
our lives

Daniel: Yup I don't know what to do

Jasmine: I know! We'll play a game

Daniel: What game?

Jasmine: i'll be your girl friend for 30
days and you will be my boy friend

Daniel: That's a great plan in fact i don't
anything to do for the following weeks...

DAY 1:

They watch their first movie and they
both touched in a romantic film

DAY 4:

They went to the beach and have a
picnic...Daniel and Jasmine have their
quality time together

DAY 12:

Daniel invited Jasmine to a circus and
they ride on a Horror House....
Jasmine was scared and she
touched Daniel's hand but she
touched someone else's hand and
they both laughed...

DAY 15:

They saw a fortune teller down the road
and they asked for their future advice and the
fortune teller said: "My darling, Please don't
waste the time of your life... Spend the rest
of your time together happily.
Then tears flow out from the teller's eyes

DAY 20:

Jasmine invited Daniel to go to the hill
and they saw a meteor...Jasmine mumbled
something

DAY 28:

They sat on the bus and because of a
bumby road Jasmine gave her first kiss to
Daniel by accident

DAY 29:

11:37pm

Jasmine and Daniel sat in the park where
they first decided to play this game...

Daniel: I'm tired Jasmine...Do you want
any drinks? I'll buy you one.. I'll just go down
the road

Jasmine: Apple Juice that's all

Daniel: Wait for me....

20mins later... a stranger approached Jasmine

Stranger: Are you a friend of Daniel?

Jasmine: Why yes? What happened?

Stranger: A reckless drunken driver ran
over Daniel and he is critical in the hospital

11:57pm

The doctor went out of the emergency
room and he handed out an apple juice and a letter

Doctor: We found this in daniel's pocket

Jasmine reads the letter and it says:

Jasmine, This past few days, i realized
you are a really cute girl and i am really falling for
you..Your cherish smile your everything when we
played this game..... Before this game would end...I
would like you to be my girlfriend for the rest of my
life.... I love you Jasmine....

Jasmine crumples the paper and shouted:

"Daniel ! i don't want you to die... I love
you...Remember that night when we saw
a meteor, I mumbled something... I mumbled that I
wish we would be together forever and never end
this game.
Please don't leave me Daniel.... I love you!
You cannot do this to me!"

Then the clock strikes 12

Daniel's heart stop pumping

THEN IT WAS THE 30TH DAY........

*************************************************

Always love your loved ones and show
them how you feel before it is too late...
You will never know when they will be
gone from your embrace... If you were
given a time to bestow petals of everlasting
compassion and love to your loved ones?
Today is the day....
Love them while they are still here...
------------------------------------------------------

Saturday, November 21, 2009

email-chain readers,

The following is an article I received quite a long time ago, but when I read it all over again, I can still feel the writer's pain & agony.
The writer vividly expressed her emotions in words...  it's worth reading.

Here you go:




-------------------------------------------------------------------

Sometimes in the past, late at night, when it's too quiet to pretend, I worry if I believe in anything at all or at least in anything beautiful. I believed in change because it is permanent. I believed in pain because it is sometimes physical. I believed in anger because it can consume you. But I was not sure I can believe in either love or trust. I could not then understand these two things most people build their dreams on.

    Love fails to be unconditional by that one condition itself. It ends when we fall out of it. Then, we claim it never was love because love shouldn't die. It is forever. But when it becomes a routine (like saying "I love you" for instance),

Saturday, October 31, 2009

He met her at a party. She was so outstanding, many guys chasing after her, while he was so normal, nobody paid attention to him. At the end of the party, he invited her to have coffee with him,she was surprised but due to being polite, she promised.

They sat in a nice coffee shop, he was too nervous to say anything, she felt uncomfortable, and she thought to herself, "Please, let me go home..."

Suddenly he asked the waiter, "Would you please give me some salt? I'd like to put it in my coffee."

Everybody stared at him, so strange! His face turned red but still, he put the salt in his coffee and drank it.
She asked him curiously, "Why you have this hobby?"

He replied,"When I was a little boy, I lived near the sea, I liked playing in the sea,

;;